Sunday, May 20, 2012

Nonton Bareng Final Liga Champions 2012 bersama CISC Jatinangor

Final Liga Champions 2011/2012 ini bukanlah final yang sangat diinginkan oleh banyak pencinta sepakbola. Namun hal ini menjadi kabar menggembirakan untuk para pendukung Chelsea dan Muenchen dimanapun, khususnya para pendukung Chelsea. Chelsea sama sekali tidak diunggulkan untuk lolos hingga ke final. Di final, Chelsea tetap tidak diunggulkan karena berhadapan dengan Bayern Muenchen, sang peraih gelar Liga Champions empat kali. Selain itu, pertandingan berlangsung di Fussball Arena, Muenchen.

MC yang memandu acara ini, Riri dan Poe

Salah satu kelompok suporter Chelsea di Indonesia yang sangat antusias untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga di final Liga Champions 2011/2012 adalah Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) regional Jatinangor. CISC Jatinangor mengadakan nobar final Liga Champions 2012 di Cafe Bunda, salah satu tempat favorit di Jatinangor untuk nobar pertandingan sepakbola pada Minggu (20/5). “Persiapan untuk nobar ini dimulai sejak enam hari sebelumnya. Awalnya hanya ingin mengadakan nobar seperti biasa tanpa sponsor, namun Jatinangor On The Sky (JOTS), radio online pertama di Jatinangor, menghubungi kami dan bersedia untuk menjalankan nobar bersama-sama sekaligus menyediakan MC dan Doorprize untuk acaranya,” ucap Edwin Permana, salah satu member CISC Jatinangor sekaligus panitia nobar yang akrab disapa Pepe ini.



Penampilan dari Alcatraz
Terbentur long weekend, Pepe sempat pesimis kalau acara ini bakal ramai. “Pihak JOTS sendiri meminta setidaknya 150 orang dapat meramaikan acara ini, namun ketua CISC Jatinangor, Arya Pratama, yakin kalau massa yang datang akan tetap banyak,” tambah Pepe. Pemilihan Cafe Bunda sebagai venue juga memiliki alasan tersendiri. Pertama, CISC Jatinangor belum memiliki homebase tersendiri untuk melakukan acara-acara seperti ini, biasanya mereka memilih Gusto Cafe ‘n Resto jika pertandingan Chelsea berlangsung sebelum pukul 01.00 WIB. Cafe Bunda bersedia untuk menjadi tempat mengadakan nobar walaupun pertandingan dimulai saat dini hari.

Fan Chelsea ini memimpin nyanyian chants Chelsea

Acara dimulai 45 menit sebelum kick-off babak pertama dan dibuka oleh para MC, Poe dan Riri. MC membuka acara dengan mengajak para pendukung kedua tim untuk memberikan prediksi skor. Selanjutnya ada penampilan musik akustik dari Alcatraz yang membawakan dua lagu, salah satunya adalah Chelsea FC Anthem (Blue is the Colour). Berbagai merchandise juga yang dijual di venue nobar. Tentunya terdapat berbagai merchandise Chelsea juga.

Para fans Chelsea turut mengikuti nyanyian chants

Ekspresi ketegangan sepanjang jalannya babak pertama terlihat jelas di raut wajah para pendukung Chelsea yang ada di Cafe Bunda. Ketegangan mereka sangat beralasan karena sepanjang babak pertama pertahanan Chelsea berkali-kali digempur oleh para pemain Muenchen. Pertandingan babak pertama ditutup dengan skor sama kuat, 0-0. Saat break babak pertama para MC kembali memandu acara dan kali ini memberikan pertanyaan berhadiah untuk para hadirin.

Pendukung Chelsea saat adu penalti berlangsung

Ketegangan para pendukung Chelsea sempat berubah menjadi keputusasaan saat pada babak kedua, tepatnya di menit ke-83, Thomas Mueller berhasil membobol jala gawang Petr Cech setelah menyundul umpan dari Toni Kroos. Keputusasaan berubah menjadi keyakinan setelah lima menit berselang, Chelsea berhasil membalas melalui sundulan Didier Drogba. Hingga 90 menit berakhir tidak ada gol tambahan dan pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Peluang Muenchen untuk menjadi juara kembali muncul saat Drogba menjatuhkan Franck Ribery di kotak penalti ketika extra time baru berlangsung tiga menit. Sayang, Arjen Robben tidak melakukan tugas dengan baik karena Cech mampu menahan bola tendangannya. Skor tetap 1-1 hingga 120 menit berakhir.

Berbagai macam ekspresi berbeda ditunjukkan para pendukung Chelsea saat adu penalti

Adu penalti dimulai dengan kegagalan Juan Mata dan keberhasilan Philipp Lahm, 1-0 untuk Muenchen. Setelah itu berturut-turut dua eksekutor Muenchen dan Chelsea berhasil membobol gawang lawan masing-masing, 3-2 untuk Muenchen. Saat Ivica Olic gagal mengeksekusi penalti dan Ashley Cole berhasil, skor menjadi imbang 3-3. Bastian Schweinsteiger semakin memberatkan langkah Muenchen setelah tendangannya hanya membentur tiang. Beban berat ada pada Drogba untuk memastikan gelar Liga Champions pertama Chelsea, dan ia berhasil. Pendukung Chelsea yang ada di Cafe Bunda langsung berdiri, berteriak, berpelukan, dan bernyanyi. Beberapa dari mereka juga terlihat menangis bahagia melihat tim kesayangannya juara. “Rasanya senang sekali. Padahal gue agak pesimis karena Chelsea kurang konsisten di Premier League. Saat AVB (Andre Villas-Boas) keluar dan RDM (Roberto Di Matteo) masuk, RDM kelihatan berhasil. Chelsea hanya kalah dari Manchester City, Newcastle United, serta Liverpool semenjak ia datang,” ujar Pepe saat ditanya bagaimana rasanya melihat Chelsea menjuarai Liga Champions.

Ekspresi pendukung Chelsea sesaat setelah Didier Drogba memastikan Chelsea menjadi juara

Belum pastinya RDM menjadi pelatih permanen Chelsea walaupun telah membawa dua gelar, Piala FA dan Liga Champions, hanya dalam 21 pertandingan bersama Chelsea membuat banyak pihak memberikan pendapatnya, termasuk Pepe. “RDM itu lebih baik menjadi asisten. Kalau menjadi pelatih, dia suatu saat akan dipecat. Lebih baik cari pelatih lain yang punya relasi kuat dengan RDM. RDM memiliki kelebihan di bidang motivasi karena dia sendiri pernah menjadi pemain Chelsea.”

Sang ketua CISC Jatinangor, Arya Pratama (depan), berjoget sambil menyanyikan nama Roberto Di Matteo

Well, keberhasilan RDM mungkin akan menjadi bahan pertimbangan untuk menjadi pelatih permanen. Jikapun tidak, setidaknya ia sudah berhasil membuat para pendukung Chelsea bahagia. Selamat, Chelsea!

Para member CISC Jatinangor

No comments:

Post a Comment