Powered By Blogger

Sunday, April 22, 2012

TEDxBandung: Better Women, Better World

Pintu masuk
TEDxBandung kembali mengadakan event ala TED pada hari Minggu (22/4). Event kali ini berbentuk mini event, yang biasanya disebut “Ngariung”, yang sedikit berbeda dari biasanya. TEDxBandung membuat event bertemakan TEDxWomen yang terinspirasi dari organizer TED di luar Indonesia serta dalam rangka merayakan Hari Kartini di tanggal 21 April dengan tema “Better Women, Better World”.

Sesuai dengan temanya, pembicara untuk TEDxBandung kali ini adalah wanita dan juga orang-orang yang sangat peduli dengan kehidupan wanita. “Satu niatan kami bahwa kami mau mengangkat tema 'Tiga Generasi' atau semacam life cycle. Dimana terwakili oleh tiga speakers kami dalam masa anak-anak, masa muda dan masa dewasa”, ujar Fanni Yudharisman, Project Officer acara ini. “Tujuannya agar perempuan 'local heroes' di Bandung dapat berbagi pengalaman dan ideas-nya dengan perempuan-perempuan kreatif di kota Bandung”, tambah Fanni.


Thursday, April 5, 2012

The Best Action Movie in Decades!

Akhirnya! Dengan rencana menonton yang sangat mendadak, gue berhasil menyaksikan film yang emang udah gue tunggu dari awal tahun ini. Ya! The Raid! Film ini berhasil membuat gue kembali ingin menonton film Indonesia langsung di bioskop tanpa harus menunggunya tayang di televisi. Seperti yang kita ketahui bersama, film Indonesia yang baru rilis di layar lebar akan sangat cepat muncul di layar kaca pertelevisian Indonesia dibandingkan dengan film-film Hollywood terbaru. Hal ini yang menjadi alasan kenapa gue ga terlalu sering pergi ke bioskop untuk menyaksikan film Indonesia.

The Raid: Redemption, merupakan judul untuk film ini yang dirilis di Amerika Utara
The Raid

Kenapa gue pengen banget nonton film yang satu ini? Alasannya bisa dilihat dari prestasi yang dihasilkan film ini di beberapa festival film tingkat dunia. Setelah pertama kali diputar di Toronto International Film Festival 2011 sebagai film pembuka untuk kategori Midnight Madness, film ini diputar pada beberapa festival film internasional berikutnya, seperti Festival Film Internasional Dublin Jameson (Irlandia), Festival Film Glasgow (Skotlandia), Festival Film Sundance (Utah, AS), South by Southwest Film (SXSW, di Austin, Texas, AS), dan Festival Film Busan (Korea Selatan). Semua ini menjadikan The Raid sebagai film komersial produksi Indonesia pertama yang paling berhasil di tingkat dunia.

Bagaimana gue bisa tahu keberadaan film ini? Semua berawal dari tweet seorang teman yang ingin menyaksikannya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-6, sayangnya ia batal pergi kesana dikarenakan masalah waktu. Rasa penasaran membimbing gue untuk mendatangi mbah Google dan mulai melakukan beberapa pencarian tentang The Raid. Gue mulai nonton trailer-nya, mencari tahu siapa saja cast-nya, hingga akhirnya berujung kepada sebuah tanggal rilis film ini di Indonesia, 23 Maret 2012. Dikarenakan banyaknya aktivitas yang gue lakukan, gue baru bisa nonton di tanggal 4 April 2012.



Friday, March 16, 2012

Seperti Biasa: Tanpa Tindakan, Tanpa Perbuatan

Jatinangor, 16 Maret 2012, pukul 14:14 tulisan ini dimulai.
Ditengah-tengah kekalutan pada banyaknya tugas kuliah (6 mata kuliah punya tugas tersendiri dari keseluruhan 8 mata kuliah yang gue ambil) dan hal-hal lain yang harus dilakukan.

Beberapa hari ini, tepatnya sejak beberapa minggu yang lalu, gue ngerasa kalau gue lagi suka sama seseorang. Haha. It's really funny for me. Gue udah gak ingat kapan gue terakhir kali seperti ini..... Ingat sih, tapi pura-pura ga ingat aja. 

Well, gue ga tau bakal gimana kedepannya. Tapi gue punya feeling kalau rasa ini cuma seperti rasa gue yang lalu-lalu. Suka, terus tanpa tindakan dan perbuatan, rasa itu hilang lagi. Mungkin karena guenya sendiri yang memang punya banyak alasan untuk tidak mengakhiri kesendirian gue dalam waktu dekat ini. 

Sayangnya, gue selalu mengatakan hal yang bertolak belakang kepada beberapa temen di kampus, "Cariin pacar dong, gue cape nih sendiri mulu." Haha. Munafik lo wan.

Iya, gue pengen, tapi gue sebenarnya ga maksain untuk punya. Paling kalau kata temen SMA gue, gue ga bisa move on sama yang di sana. Cieee. Hah. Ya sudahlah. Gue cuma mengagumi aja sepertinya. Gue juga belum terlalu tau bagaimana sifat aslinya si doi.

NB: Postingan ga penting ini sebenarnya hanya untuk menebus janji gue di postingan sebelumnya, tapi ini beneran dari dalam hati nulisnya.

Sunday, February 19, 2012

Janji deh, Janji..

Jatinangor, 19 Februari 2012. Dini hari sekitar pukul 01:35 tulisan ini dimulai.

Blog ini sudah lumayan lama tidak tersentuh isi pikiran penulisnya.

Besok, adalah hari pertama kuliah sejak selesainya UAS gue di tanggal 23 Desember 2011. Ya, lo bisa lihat sendiri, gue udah libur hampir 2 bulan. Yang menurut gue, hampir tak ada hal yang terlalu berpengaruh dalam hidup gue, gue lakuin selama liburan ini, alias sia-sia. Walau hampir semua dari kita pasti tau istilah "tidak ada yang sia-sia di dunia ini."

Disaat temen-temen gue ngelakuin hal yang menghasilkan, gue justru menghabiskan sebagian hidup gue selama liburan ini di depan laptop. Main game, online, atau semacamnya. Saat gue online, gue selalu buka Twitter. Setidaknya gue tau apa yang temen-temen gue lakuin.

Sunday, September 18, 2011

Boarding House Sweet Boarding House

Halo! Kembali lagi bersama sang pemilik blog yang wajahnya bisa anda lihat sendiri di profile blog ini. Mau cerita apa ya? Kasih tau gak ya??? *ditampar* *tersadar*

Oke, berhubung sekarang saya sudah merantau jauh dari kampung halaman. Walaupun gak jauh-jauh amat, naik pesawat Bandung-Medan paling hanya makan waktu 2 jam perjalanan. Dan berhubung saya tidak punya keluarga dekat di Jawa Barat ini, mau tak mau (sebenarnya memang mau) saya harus tinggal di kostan. Kalau lihat kamus Bahasa Inggris-Bahasa Indonesia sih nama kerennya itu "Boarding House". Cie, Boarding House...

Friday, September 16, 2011

Say Hello to One Step Closer to The Brighter Future!

Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya membuat postingan di blog ini. Postingan terakhir itu kalau gak salah bulan Maret 2011. Sekarang? Sekarang sudah memasuki pertengahan bulan September 2011. Kemana aja? Harap maklum ya, saya orang sibuk. Pada maklum dong? (Seolah-olah banyak orang yang sedang membaca blog ini).

Kegiatan yang selama ini saya lakukan sebenarnya sama dengan apa yang orang kebanyakan lakukan. Bangun tidur, tidur lagi. Bangun lagi, tidur lagi. Banguuun. Tidur lagi. Oke, saya tahu ini gak lucu. Jadi biarkanlah tetap seperti itu. Dari rentang waktu Maret 2011-September 2011, banyak sekali hal-hal yang sudah saya alami yang tidak mungkin juga saya tuangkan semuanya ke blog ini. Jadi mulai hari ini, saya memutuskan untuk mengaktifkan kembali blog ini. Tepuk tangan! *prok prok plak*

Sebentar, saya sedang mencoba mengingat-ingat hal-hal penting dalam hidup saya yang saya lalui dalam rentang waktu itu.

Monday, March 28, 2011

Superkidz

Biasanya band yang berisi anak-anak beranjak remaja kebanyakan berasal dari benua Amerika dan Kanada. Nah, Indonesia juga punya.Namanya Superkidz. Beranggotakan 3 bocah ajaib dengan skill musik, performance dan attitude paling gokil di Indonesia.



THE CUEK - Adek Itu

Just found something on YouTube

Thursday, January 6, 2011

Change The Game!



CHANGE THE GAME

Saksikan dimulainya babak baru persepakbolaan Indonesia di Liga Primer Indonesia. Liga pertama di Indonesia dengan manajemen kelas dunia! Masuki arena bertanding ratusan pelatih dan bintang sepakbola nasional dan internasional dan saksikan perubahan besar sepakbola Indonesia.
08/01/2011

Indonesia akan memiliki kompetisi sepak bola profesional yang baru. Namanya Liga Primer Indonesia (LPI) hasil prakarsa dari bos perusahaan migas Medco, Arifin Panigoro. LPI hadir karena keprihatinan Arifin Panigoro terhadap kondisi roda kompetisi profesional yang tidak juga menghasilkan pemain berkualitas serta tim nasional yang berprestasi.

Arifin Panigoro

Arifin juga sejak lama menyoroti bobroknya kondisi pengelola dan pembina sepak bola negeri ini, PSSI. PSSI di era Nurdin Halid memang patut dikritik. Nurdin Halid yang duduk sebagai ketua umum pernah masuk penjara karena kasus korupsi. Isu suap dan tidak transparannya pengelolaan keuangan PSSI juga sering mencuat. Terakhir PSSI diprotes masyarakat karena menjual tiket pertandingan Piala AFF 2010 dengan tidak profesional. Menaikkan harga tiket seenaknya tapi tidak diiringi dengan pelayanan yang baik. Serta sistem penjualan tiket yang berujung kepada kekacauan. Yang paling miris dari PSSI-nya Nurdin Halid ialah Indonesia tidak pernah menjadi juara di level Asia Tenggara.

Kini dengan hadirnya LPI, setidaknya ada aroma perubahan bagi prestasi dan pembinaan sepak bola Indonesia. Karena tak dapat dibantah jika ingin memiliki tim nasional yang kuat dan berprestasi, maka liga kompetisi sepak bola dalam negeri haruslah baik, profesional serta jauh dari suap dan manipulasi. Jika di Liga Super Indonesia (LSI) milik PSSI klub-klub peserta mendapat kucuran dana dari APBD Pemda sebesar miliaran rupiah setiap musim kompetisi. Maka di LPI klub akan mendapat subsidi. Besarnya tergantung dari kebutuhan masing-masing klub.

Subsidi ini akan terus diberikan selama klub bersangkutan belajar mengelola keuangannya dengan profesional, mencari sponsor resmi dan memperoleh laba. Berbeda dengan di LSI yang mana para klub makan dari uang rakyat. Padahal uang rakyat tersebut akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk membangun sarana olahraga atau meningkatkan mutu pendidikan.

Menurut rencana, LPI akan mulai bergulir pada 8 Januari 2011 dengan pertandingan perdana mempertemukan klub Solo FC melawan Persema Malang di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Untuk kelancaran bergulirnya roda kompetisi, pihak manajemen LPI pun sudah siap. Sudah ada 19 klub yang menyatakan bersedia ikut LPI, antara lain:

Tuesday, January 4, 2011

Syaffarizal Mursalin

Pemain sepak bola berbakat asal Indonesia telah lahir di Qatar. Dia adalah Syaffarizal Mursalin. Dia nyaris tak tersentuh pengamatan PSSI, meski berhasil menoreh prestasi di negeri kaya tersebut.


Anak muda berwajah tampan ini adalah anak kedua dari seorang ayah bernama Agri Sumara dan ibunya bernama Cut Mulidawati. Dia adalah anak asli Indonesia yang dilahirkan di Lhokseumawe, NAD. Karena ayahnya bekerja disebuah perusahaan perminyakan Qatar Gas, maka sejak usia 4 tahun dia mulai menghirup udara dan tinggal mengikuti kedua orangtua serta kakak adiknya di negara Qatar di Timur Tengah jazirah Arab.


Sejak kecil ia sudah menyukai menyepak si kulit bundar. Inilah awal bakat anak muda ini mulai diketahui oleh orangtuanya. Anak muda yang diberi nama Syaffarizal Mursalin ini dilahirkan tanggal 8 Agustus 1992, tetapi lebih suka disapa dengan nama pendek Farri Agri.